Nuansa Baru Diklatsar LXVI dan suskalak XXIX Resimen Mahasiswa Mahasurya.

cfhcf

Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Mewakili Pendidikan dasar (Diksar) dan Kursus Kader pelaksana (Suskalak) di magetan. Para mahasiswa ini akan mengikuti pendidikan dan latihan selama 3 minggu. Mulai tanggal 4 sampai 23 Februari 2013. Sebelumnya peserta didik akan melakukan administrasi dan check in pada tanggal 3 Februari 2013.

Upacara pembukaan kegiatan ini dilakukan langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijawa, Brigjend TNI AS Kembaren Gubernur Jawa Timur Yang berlangsung pada 4 Februari 2013.

Bisa Dibilang tahun 2013 akan menjadi pengalaman dengan Nuansa berbeda pada Diklatsar LXVI dan suskalak XXIX  Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa timur. Setelah satu dekade lebih acara Diklatsarsar dan Suskalak Resimen Mahasiswa berturut-turut diadakan di Malang, tahun ini akan berlangsung di Secata Magetan. Ungkap Oddy Mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Sebanyak 407 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur (Jatim) mengikuti pendidikan dasar (Diksar) dan kursus kader pelaksana (Suskalak) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahasurya Jawa Timur di Sekolah Calon Tamtama A, Magetan. anggota Menwa itu terdiri dari 316 siswa Diklatsar Angkatan 66, dan 91 siswa Suskalak Angkatan 29. Selain Kasdam, tampak pula sejumlah pejabat Kodam V Brawijaya, Rindam V Brawijaya, Korem 081 Madiun, pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Skomenwa Mahasurya Jawa Timur dan Muspida Magetan.

Tidak itu saja. Undangan, para alumni, dan perwakilan rektor perguruan tinggi juga terlihat di lokasi pembukaan Diklatsar dan Suskalak. Dalam sambutannya yang dibacakan Kasdam V Brawijaya, Gubernur Soekarwo mengatakan, pendidikan ini merupakan langkah awal. Maka diminta kepada seluruh siswa agar segera mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh tahapan pendidikan. Sebab, pendidikan ini bertujuan pula guna membentuk kemampuan mental dan fisik anggota.

Agar memiliki kemampuan dasar yang tangguh, memiliki manajerial yang bagus. Guna mendukung tugas tugas  bangsa dan negara. Selain itu, pendidikan di Resimen Mahasiswa ini adalah sebagai wahana pembentukan karakter setiap warga negara. Utamanya kalangan mahasiswa. Yang pada gilirannya mampu turut serta dalam upaya bela negara. Serta mampu melanjutkan pembangunan dinegara ini.

Lebih lanjut Soekarwo mengatakan, selain untuk memantapkan disiplin diri, pendidikan Resimen Mahasiswa juga sebagai wujud realisasi dari Pasal 30 UUD 1945. Dimana setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Olah keprajuritan juga sebagai wujud cinta tanah air. Untuk itu ia meminta kepada seluruh siswa agar melaksanakan pendidikan dengan sungguh-sungguh. Sehingga bisa memetik hasil dari mengikuti pendidikan. Selain itu juga menyiapkan mental dan fisik, menjaga  kesehatan, agar mampu ikuti pendidikan mulai dari awal hingga selesainya nanti.

Selama 3 Minggu, peserta pendidikan Diklatsar akan mendapatkan materi latihan tentang wawasan kebangsaan, kesehatan lapangan, organisasi menwa, linmas, pertahanan negara, otonomi daerah, pemerintah daerah, sistem pendidikan nasional (sisdiknas), dasar operasi gunung, bela diri militer, out bond, lempar pisau kapak dan lain-lain.

Sedangkan materi pendidikan yang diterima peserta didik Suskalak, intinya hampir sama materi yang diterima peserta diklatsar. Namun, ada tambahan materi seperti kepemimpinan lapangan, penjabaran rencana kerja dan prosedur pimpinan pasukan.
Semboyan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah “Widya Çastrena Dharma Siddha”, berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan”. Yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat. Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan serta kepemimpinan, bukan sekadar keahlian dalam bertempur atau pun yang sejenis.

fyhc

Tujuan itu sendiri diadakan pendidikan dasar di magetan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dasar tentang ilmu kemiliteran yang hanya bisa didapat apabila kita mengikuti pendidikan militer yang dengan kata lain kita harus masuk menjadi tentara. Kita juga bisa memajukkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyrakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang Maju, Adil Dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Terus mengembangkan semangat bela negara didada setiap bangsa Indonesia sebagai generasi penerus bangsa tidak satupun komponen bangsa yang memiliki nasionalisme, heroisme, dan patriotisme melebihi para pemuda. Organisasi-organisasi kepemudaan termasuk didalamnya MENWA, merupakan wahana sekaligus subyek yang paling efektif dalam membina, mengembangkan dan mewarisi jiwa, semangat serta nilai-nilai kejuangan bangsa.Ungkap Oddy dan Basori Selaku Peserta Pendidikan Diklatsar sa’at di wawancarai oleh Crew Majalah. Dy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s