Sisi Lain “Sang Penghibur”

By : Mrs. L / FKIP 3C

Update : “Hidup bukanlah sinetron, yang menyuguhkan sejuta mimpi dan harapan, hidup  bukan pula dongeng, yang selalu berakhir dengan kebahagiaan. Hidup ini realitas dan itu keras. Sementara aku, aku adalah pribadi yang terlalu rapuh untuk menjadi bagian darinya dan aku masih terlalu dini untuk melawannya, aku gag kuat,,aku ingin enyah dari dunia ini Tuhan” L

Jam di warnet berdentang 12x menandakan  tepat pukul 00.00 WIB, saat ku update status itu dalam fb.ku. Malam ini aku lari dari rumah tanpa sepengetahuan nenek dan adikku, aku tahu dan sadar di rumah mereka bingung mencariku, namun malam ini pikiranku dikuasai oleh egoku yang hanya mementingkan diriku sendiri,aku merasa galau yang mendera jiwa dan fikirku, mungkin bisa dibilang lebih galau dari orang yang dikejar depkolektor karna tumpukan hutangnya, atau mungkin juga bisa dikata lebih galau dari seseorang yang menanti jawaban cinta dari orang terkasihnya. J

Tiba- tiba ada  1 Notification, seseorang disana mengomentari statusku : “Hidup bukan untuk dilawan nak, hidup untuk dijalankan dan dinikmati, yang seharusnya kamu lawan adalah diri kamu sendiri dalam memandang makna hidup ini. Kau katakan hidup ini keras,,yahh memang,,tapi pernah kah kamu mendengar kalimat “’the power of positif thingking” , tetap tanamkan main set hal-hal yang positif, maka aura positif juga yang Kan mendekatimu Kawan.”

“Sok teoritis”, gumamku dalam hati sambil mencoba menjawab comment seseorang disana itu. “Tau apa kamu tentang aku? tau apa kamu tentang problemku??Tau apa kamu tentang perasanku? dan yang terpenting coba kau fikir bagaimana aku bisa menanamkan main-set positif jika situasi yang kurasakan tidak mendukungku untuk itu?

Dia, seseorang disana menjawabku dengan penalarannya : “aku tiada mengenal dirimu, demikian pula dirimu, tiada pula mengenalku. Yang aku tahu Kamu dan aku sama-sama punya Tuhan, dia yang tak pernah tidur dan dia tiada pula tega menguji hambanya di luar batas kemampuannya..”

Tatkala aku ingin menjawab comment tersebut, aku dikejutkan oleh seorang wanita yang ambruk tepat di depanku, aku merasa kasian terhadap wanita setengah baya itu, namun disisi lain, aku sedikit risih dengan wanita itu karena pakaiannya yang terlalu minim sebagai seorang wanita.

“GOBLOK”, ucap wanita tengah baya itu

“Maksud anda ini apa? siapa yang GOBLOK ? enteng sekali anda bicara“, jawabku

“Masih tidak sadar..kamu ..kamu goblok apa tolol,,ngapain anak gadis tengah malam seperti ini masih di warnet update status ingin mati,,kamu merasa kalau ujian kamu paling berat,, coba fikirkan dan belajar dari ujian yang dihadapi orang lain”

“oh..jadi anda yang sok teoritis mengomentari status saya tadi,,jangan sok tahu dech,,coba anda bayangkan jadi posisi saya, saya ini hanya anak SMA yang baru menginjak kelas 1, punya adik berumur 3 bulan, dan nenek yang usianya hampir se-abad..namun besok harus menyaksikan vonis yang dijatuhkan pada ayah saya atas tuduhan penggelapan uang”

“Dan sekarang coba kamu bayangkan jadi posisi saya, tatkala saya berumur 17 tahun, saya bertekat untuk merantau ke Jawa, asli saya Kalimantan, saya yatim piatu namun masih mempunyai  tanggungan adik berusia 6 tahun, dan nenek yang setiap hari meraung kesakitan karena sakit kanker serviks yang dideranya, bayangkan tiap hari saya harus mendengarkan dua tangisan dari orang yang saya sayangi, yakni  tangisan adik yang meraung kesakitan karena menahan lapar dan tangisan nenek saya yang meraung karena merasa sakit yang dalam atas penyakit kanker itu , saya tidak tahan dengan kondisi ini, bisa saja saya seperti kamu, lari dari semua masalah itu, maka bereslah sudah.. namun tidak aku bertekad untuk bagaimana menghidupi adik saya dan mencari kesembuhan atas penyakit nenek saya, saya ke Jawa, tanpa bekal dan keahlian apapun, hingga kau pun melihat kondisi bajuku seperti ini, yaaa aku seorang PSK..10 tahun sudah aku jadi PSK,, kemarin aku mendengar berita nenekku sembuh,, dan adikku sudah bisa bersekolah, senang rasanya,, namun disisi lain taukah kau surat apa yang kubawa ini..” (wanita ini menunjukkan secarik kertas padaku, aku pun membacanya)

“Positif HIV”, ucapku lirih

“Yahh,, aku memeriksakan tubuhku yang belakangan ini sering merasa lemas, dan itu hasil pemeriksaan dokternya, yang ingin ku pesankan padamu adalah jangan lihat sisiku yang menjadi PSK, karena itu mutlak KESALAHAN, pelajarilah kisah orang lain yang belum tentu hidupnya lebih indah darimu, hingga kau merasa hidupmu paling gelap..bangkit,,semangat,,dan pulanglah..” aku pun mengangguk….

***

Pagi pun tiba, 17 Oktober 2010_07.00 wib Kusiapkan mentalku yang mau gag mau aku harus hadir dalam sidang keputusan atas vonis yag dijatuhkan pada ayahku atas tuduhan penggelapan uang perusahaan yang aku tahu itu hanyalah rekayasa teman ayah yang menaruh benci pada ayah,,pagi ini aku tetap berfikiran positif,,hingga sang hakim berucap :

“Kepada saudara Sudrajat anda dinyatakan BEBAS, anda tidak terbukti bersalah karena bukti yang ada tidak cukup menguatkan”

Langsung ku berlari memeluk ayah,adik dan nenek, dalam pelukan itu ku lontarkan senyum pada sosok wanita baya yang kutemui malam itu mengintip di balik jendela persidangan,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s