Mempromosikan Budaya Daerah

Graphic1

Heri Irawan Ardianto, S.Pd

Ketua DKL Kab. Lamongan

 

Perkembangan kebudayaan Indonesia saat ini masih belum bisa untuk dikatakan maju, karena perhatian masyarakat dan pemerintah tentang kebudayaan masih rendah, terutama pada kesenian yang ada di Lamongan ada beberapa komunitas yang aktif, tapi tidak ada fasilitas atau kurangnya fasilitas yang memadai dari pemerintah, meskipun demikian masih ada program tahunan 1 tahun sekali yang diadakan secara mandiri oleh beberapa komunitas.

Potensi untuk mempromosikan kebudayaan lain yang sedang trend di kancah internasional adalah seni terapan berupa batik. Beberapa kesenian yang tidak jauh-jauh di Lamongan sendiri contohnya tari boranan, namun itu hanya booming satu tahun sekali saat promosi besar-besaran. Alternatif lainnya yaitu membuat website khusus kesenian, karena kurangnya sarana dan prasarana promosi. Sejak zaman pemerintahan sekitar tahun 2002 – 2005 kesenian kurang diminati masyarakat. “Baru-baru ini DKL (Dewan Kesenian Lamongan, red.) mengadakan event seperti promosi besar-besaran, yaitu mengumpulkan dari berbagai komunitas sehingga,” ungkap Heri Irawan Ardianto, S.Pd.

Banyak sanggar-sanggar seni atau komunitas seni di Lamongan, tapi karena kurangnya fasilitas yang mendukung dari pemerintah, namun tidak menyurutkan semangat untuk bisa mandiri. “Sebenarnya promosi gencar-gencaran sangat penting, intinya suatu budaya itu seperti produk harus ada promosi,” ujar Ketua DKL tersebut. Sebenarnya semua kebudayaan yang ada di daerah layak untuk Go International, tapi kurangnya regenerasi, pemetaan kebudayaan di Lamongan itu dipinggir-pinggir desa, di kota belum ada sehingga mengharapkan ada event-event yang bisa menarik anak muda, contoh : wayang, filosofinya sangat bagus, tapi pemuda sekarang kurang respek sehingga membutuhkan alternatif seperti musik keroncong. Kalau di Surabaya ada Dewan Kesenian Surabaya, sehingga ada kemungkinan untuk menarik minat di Lamongan.

Di dunia pendidikan malah tidak tersentuh masalah budaya daerah, jika mau berkembang sebaiknya promosi di tingkatkan di semua bidang, baik di bidang pendidikan, pemerintahan maupun politik, dan lain sebagainya terutama di bidang pendidikan. Pengenalan kebudayaan sejak dini sangat penting, bukan hanya dikenalkan pada anak-anak, namun orang tua juga perlu lebih mengenalnya. Budaya tidak hanya dilakukan saat SD tapi sampai jenjang pendidikan yang paling tinggi, contoh kecilnya dalam berbahasa daerah sebaiknya pembelajaran bahasa daerah tidak berhenti hanya di SD tapi sampai SMA atau memungkinkan sampai perguruan tinggi.

Untuk saat ini, Dewan Kesenian hanya memfasilitasi tempat untuk mengumpulkan berbagai macam kesenian, tiap tiga bulan membuat event-event. Kemudian proses kesenian dengan DKL paling tidak ada regenerasi. Acara DKL sendiri menampilkan yang apresiatif bukan komersil, sehingga bisa menarik bagi semua orang maupun semua kalangan. Dulu ada musik limbah dari Gresik, idenya cukup bagus tapi sayang tidak berkembang, karena kurangnya minat dan juga perhatian dari pemerintah. Apabila setiap budaya maju, pasti bisa mengangkat Indonesia dan akhirnya bisa mengangkat budayanya.

Melihat orang-orang Lamongan banyak yang rindu akan budaya daerah, perlu adanya proses gabungan, sehingga bisa menularkannya ke beberapa daerah. Kemarin DKL mendatangkan jaranan dari alon-alon sampai pelosok desa, responnya bagus tapi sayang pemerintah kurang mersepon. “Pendidikan budaya sejak dini itu penting, semisal anda punya anak, ketika ada festival budaya kita bisa menunjukkannya secara langsung,” imbuhnya

Tahun 2003 pernah menjadi pemenang juara 1 tingkat internasional dari sanggar seni di Karanggeneng itupun tanpa bantuan dari pemerintah dan mengatas namakan suatu kelompok seni tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s