Curhatan 13

Anak ketiga dari tiga bersaudara, dan cewek pula. Mungkin itu salah satu faktor yang membuat orangtua saya menjadi overprotective. Untuk izin pergi bareng temen-temen keluar kota seperti Jombang, Surabaya, dan sebagainya itu susah banget. Padahal jelas-jelas perginya itu untuk kegiatan positif, seperti acara reuni SMA, ataupun acara dengan temen-temen yang lainnya. Dan jelas-jelas juga saya perginya itu bareng temen cewek. Kira-kira apa sikap dan tindakan yang tepat untuk keadaan seperti sekarang ini ya? Sedangkan saat ini umur saya sudah 19 tahun. Umur yang sepertinya sudah bukan dianggap sebagai anak kecil lagi. (F, TI)

@Sobat F yang baik, beruntunglah kamu punya orang tua yang peduli dan perhatian sama kamu. Usia 19 tahun memang sudah tidak remaja lagi, tetapi dimata orang tua kita tetaplah seorang anak-anak bagi mereka. Seorang anak yang membutuhkan kasih sayang, perhatian, perlindungan dan pengertian. Bukan orang tua ingin mengekang anaknya, itu adalah cara orang tua untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada anak. Tetapi mungkin caranya sedikit kurang sesuai dengan keinginan kita. Sobat F, orang tua kamu pasti memiliki alasan tersendiri untuk tidak memberikan ijin bepergian jauh seperti Jombang dan Surabaya, apalagi kamu adalah seorang cewek. Kita tidak akan pernah tahu perasaan orang tua kita, karena kita belum pernah menjadi orang tua. Kamu tetap bisa melakukan kegiatan kumpul bersama teman-teman kamu dengan mengadakan kegiatan di rumah atau bepergian ke tempat-tempat yang terjangkau. Berilah penjelasan kepada orang tua dan dengarlah saran mereka.

 

Aku sudah menjalin pacaran selama 2 setengah tahun. Awal aku mau menerima Si X karena niat mau manfaatin tapi seiring berjalanya waktu aku jadi benar-benar sayang dan mempunyai niat untuk serius dengannya. Tapi selama aku pacaran dia belum pernah kenalan dengan keluarga ku.  Aku ingin tahu apakah keluarga ku setuju apa tidak dengan dia. Agar aku merasa tidak sia-sia dalam menjalani hubungan ini. Setiap aku menyuruh agar dia mau kenalan dengan keluarga ku dia selalu alasan belum siap karena aku masih kuliah, sedangkan aku dengan keluarganya  sudah akrab seperti keuarga sendiri. Aku harus gmna ya..???

@ Segala sesuatu yang di niati dengan baik, insyaallah juga akan baik dan begitu juga dengan sebaliknya. Dan baiknya lagi, kini kamu menyadari bahwa kamu benar-benar mencintainya. Coba kamu tanyakan kepada pacar kamu, seberapa seriusnya dia menjalani hubungan dengan kamu. Jangan berpikiran negatif sebelum kamu mendapat jawaban yang pasti dari dia. Coba ajak pacar kamu ke rumah dan kenalkan langsung dengan orang tua kamu agar orang tua kamu tahu dan dapat memberikan penilaian secara langsung. Jika banyak alas an yang diberikan oleh pacar kamu untuk menolak ajakan kamu ke rumah, kamu patut waspada dengan tingkahnya itu. Berikan perhatian yang lebih untuk dia dan tunjukkan keseriusan kamu dalam menjalani hubungan tersebut agar dia tahu bahwa kamu benar-benar serius dan tidak main-main lagi.

 

Aku sudah 3 tahun menjalin kasih dengan pacarku. Semakin ke sini ternyata kedua orang tua ku tidak merestui hubungan kami, karena adanya perbedaan prinsip di keluarga kami. Keluarga ku termasuk sangat agamis sedangkan keluarga pacar ku lebih modern. Di sini yang ingin aku tanyakan, bagaimana cara agar kedua keluarga ini bisa bersatu? Apa aku harus menasehati orang tua pacar ku agar mengikuti prinsip keluarga ku?? Atau aku hanya diam menunggu takdir?? Thanqyu..!!

@ Waktu 3 tahun dalam menjalin kasih sudah tergolong lumayan lama. Dalam waktu 3 tahun ini, kedua belah pihak harusnya sudah saling mengenal, mengerti dan memahami satu sama lain. Jangan jadikan perbedaan sebagai alas an. Bukan salah keluarga kamu yang terlalu agamis atau keluarga pacar kamu yang terlalu modern. Coba pikirkan jalan tengah diantara masalah ini karena kamu yang mengerti situasi dan kondisi didalam keluarga kalian. Jangan hanya berdiam diri dalam menghadapinya, dan bukan kamu yang harusnya menasehati orang tua pacar kamu. Coba bicarakan masalah yang ada dengan keluarga kamu dan pacar kamu. Biar pacar kamu yang memberikan penjelasan kepada orang tuanya, agar tidak terjadi kesalahfahaman yang berlebih. Semoga lekas mendapatkan titik terang untuk permasalahan kalian ini.

 

Akhir-akhir ini Aku di terpa kabar burung yang sangat menjadi pikiran,  perusahaan tempat Ayah ku bekerja di kabarkan akan mengalami ke bangkrutan. Sedangkan tanggungan Ayah ku banyak, ke dua adikku yang masih kecil, di tambah pula Aku yang sedang kuliah, Aku sebenarnya gag tega untuk menuntut ini itu buat kebutuhan ku. Sempat berfikir untuk mencari kerja agar bisa mengurangi bebanya, tapi gag semudah membalikan telapak tangan untuk mencari pekerjaan.  Apa yang harus aku lakukan ,??(v.a.I)

@Sobat v.a.l, memang ini adalah permasalahan yang rumit. Tetapi kamu jangan putus asa, berdo’alah agar semua baik-baik saja. Memang kewajiban orang tua adalah memberikan nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anaknya. Sudah menjadi kewajiban pula bagi seorang anak untuk membahagiakan kedua orang tuanya, dan pemikiran untuk bekerja sembari menuntut ilmu adalah niat yang baik. Sobat v.a.l dapat mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat yang sobat miliki. Memang untuk mendapatkan pekerjaan butuh kesabaran, cobalah memasukkan beberapa lamaran ke beberapa tempat yang berbeda, setelah itu coba untuk bertawakal kepada Tuhan YME, dan yakinlah bahwa usaha sobat ini tidak akan sia-sia. Lakukan kegiatan yang positif yang dapat memberikan kekuatan hati bagi kamu dan orang tua. Jangan tunjukkan rasa kekecewaanmu kepada orang tua atau saudara kamu, itu akan menambah rasa sedih bagi mereka. Berikan semangat untuk orang tua kamu, bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Kamu pasti bisa, dan buatlah orang tua kamu tersenyum kembali dengan senyumanmu yang indah. Semangaaaat… ^_^

 

 

Aku ma dia udaH 1 tahun, lama-lama dia overprotectif , sedangkan aku bukan type orang yang suka di larang. aku mau menyudahi hubungan ini tapi ada 1 masalah yang gag bisa untuk ngelepasin dia . aku  dan keluarga ku sudah terlalu banyak utang budi dengan nya. Sedangkan dia hanya orang perantauan yang hidup sendiri, dan dia bilang hanya aku orang yang bisa buat dia bertahan hidup. Aku sudah coba mengalah dengan semua sikapnya, sudah coba untuk berbicara baik-baik. Tapi dia tetap gag mau tau,dia masih bersikukuh dengan sikapnya seperti itu. Setiap aku ada fikiran ingin putus dengan dia rasa kasian selalu menghantui hidup ku. Apa yang harus aku lakukan??(e.s.C)

 

Sekitar 5 tahun silam, saya menyukai seorang wanita. Pada waktu itu saya masih belom memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Dikarenakan saya belom pernah merasakan  yang namanya jatuh cinta. Dan sampai saat ini perasaan itu masih ada. Sekarang keberanian itu datang. Saya mencoba mengungkapkan perasaan saya. Dan apa jawabannya? Dia menjawab kalau pada waktu itu dia juga mempunyai perasaan yang sama terhadap saya. Tapi sekarang, dia tengah menjalin hubungan dengan seseorang, yang tidak lain adalah teman kerja saya. Dan suatu hari, dia mengirim pesan singkat kepada saya yang intinya dia menyuruh saya untuk menunggunya. Dan saya menjawab “InsyaAllah”. Saya benar-benar bingung. Disatu sisi saya memang menyukainya, tapi disisi lain dia tengah menjalin hubungan dengan teman kerja saya. Saya tidak mau hubungan baik yang sudah terjalin dengan teman kerja saya hancur gara-gara seorang wanita. Apakah langkah yang saya ambil ini benar atau salah. Mohon sarannya..  (mky. TI, III B)

Aku punya temen yang ini itu dia lupa. Pelupa banget pokoknya. Tapi dia cuman pelupa untuk meletakkan barang barangnya, meninggalkan barangnya, atau membawa barangnya. Padahal sebelumnya dia itu gag pelupa kayak gini , gimana caranya agar ngilangi sifat pelupanya itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s