Candi “ Slumpang “ Situs Purbakala baru Di Lamongan

A85zTL4CEAI4bqV

Berbeda dengan konten Kota Kita edisi sebelumnya, kali ini tim kota kita Greezma akan mengulas tentang penemuan baru tentang situs purbakala yaitu sebuah candi yang ada di Lamongan yang terletak di desa Siser, kec. Laren, kab. Lamongan.

Candi yang terletak di area persawahan ini di namakan oleh penduduk setempat “Candi Slumpang” karena bentuknya yang mirip dengan lumpang (yang biasa dibuat petani menumbuk padi) yang terdapat di sebelah candi tersebut. Candi ini pertama kali di ketahui keberadaannya oleh salah satu warga yang membajak sawah pada tahun 2001 silam, dan oleh warga melaporkan ke dinas Budaya & Pariwisata (BudPar). Namun baru ada tanggapan dari pemerintah kabupaten Lamongan di tahun 2010 dan mendapatkan tinjauan oleh dinas BudPar dan disurvei dari BP III Trowulan.

Pada tahun 2011 LPASS mengajukan penggalian ke-pemkab Lamongan. Dan juga dukungan tim ekskafasi dari BP III trowulan, kemudian survei pra-ekskafasi. Proses ekskafasi sendiri baru di lakukan pada 19 November 2012 kemarin oleh LSAPS-BPCB Trowulan dan Pemerintah Kabupaten (PemKab) Lamongan.

Situs candi Slumpang merupakan peninggalan pubakala yang terdapat di Lamongan. Sebelumnya Lamongan dikenal sebagai lokasi peninggalan prasasti oleh Raja Airlangga, candi Slumpang diperkirakan sebagai bangunan candi pemujaan untuk kesuburan tanah, hal ini di tandai oleh linggayoni dan dapat di lihat juga dari lokasi candi yang merupakan daerah subur dan potensial untuk pengembangan pertanian karena wilayah candi Slumpang dekat dengan bengawan Solo dahulunya merupakan sentra pertanian dari kerajaan majapahit.

Sayang hingga kini belum ditemukan dokumen atau prasasti yang berkaitan dengan keberadaan candi Slumpang ini, jika di kaitkan keberadaan candi yang dekat dengan bengawan Solo pada masa kerajaan majapahit beberapa desa yang dekat dengan bengawan Solo dalam prasasti langgu naditra pradesa ditetapkan menjadi desa yang memiliki kewajiban untuk melayani penyebrangan sungai terlihat bahwa ada hubungan penyebrangan dengan candi Slumpang di desa Siser, dimana  pada hari tertentu masyarakat sekitar selatan bengawan Solo menyebrang ke candi Slumpang untuk pemujaan kesuburan tanah.

Di area lokasi candi Slumpang juga terdapat sebuah makam yang orang-orang setempat meyebut “Makam Mbah Moden”. “Sesepuh desa sini hanya tahu kalau itu makam mbah Moden, tetapi kita tidak tahu siapa mbah Moden itu,” tutur pak Warsian selaku Kasun desa Siser. “Semoga ekskafasi segera di lanjutkan,” harap beliau di akhir wawancara dengan tim kota kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s