Budaya Indonesia yang Mendunia

Graphic1

Nama : ASYIKAN

FKIP Sem 5 / UKM Seni Unisla.

 

Berbicara tentang perkembangan kebudayaan Indonesia saat ini, seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya Indonesia salalu saja pasang surut. Pada awalnya, Indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang seharusnya dibanggakan oleh penduduk Indonesia sendiri sebagai bangsa yang berbudaya. Tetapi dewasa ini, budaya Indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk. Baik dari kalangan tua atau muda telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi, rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia dan tanpa adanya filterisasi budaya, masyarakat Indonesia kini telah berkembang menjadi masyarakat modern yang sedikit demi sedikit melupakan dan bahkan tidak bangga dengan budaya asli negaranya sendiri. Hanya ketika ada negara lain yang mengklaim budaya kita yang sudah hampir terlupakan sebagai warisan budaya Indonesia, kita lantas seolah sadar dan semakin gencar membudidayakan budaya Indonesia. Yang memprihatinkan lagi, masyarakat asing malah lebih mengenal dan menghargai budaya Indonesia dibandingkan masyarakat Indonesia sendiri.

Belakangan ini batik sebagai karya budaya Indonesia gencar dipromosikan ke ranah Internasional, alhasil, setelah wayang dan keris, batik menjadi budaya asli Indonesia ke tiga yang ditetapkan UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional. Melihat fakta tentang begitu banyaknya ragam seni budaya di Indonesia, jika dari pemerintah dan semua lapisan masyarakat memahami pentingnya menjaga dan melestarikan ragam seni budaya tersebut, maka akan ada banyak lagi budaya kita yang mendunia. Didalam budaya seni, Indonesia mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional: tari Tor Tor, tari Pendet, tari Piring dll, juga potensi dari ragam musik tradisi seperti Gamelan, Angklung, juga dari ragam kuliner khas Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup baik dan telah meranjak ke dunia internasional.

Cara-cara yang ditempuh untuk menginternasionalkan budaya Indonesia ialah mengikutsertakan Indonesia dalam berbagai festival kebudayaan Dunia, di sinilah kita lebih bebas mengekspresikan dan memperkenalkan di mata seluruh orang di dunia dengan banyak mengikuti festival ataupun perlombaan yang dapat membuat Indonesia terkenal di mata dunia dan bisa lebih sering mempergunakan bahasa Indonesia agar seluruh dunia bisa melihat bagaimana keunikan dan keragamannya budaya Indonesia. Memperbanyak museum-museum di beberapa daerah di Indonesia terutama yang sering sekali di kunjungi oleh wisatawan asing. Sebuah museum yang tidak hanya diisi oleh bermacam-macam rumah adat atau pakaian adat saja melainkan dengan semua budaya-budaya Indonesia di mulai dari sesuatu yang kecil sampai sesuatu yang besar. Juga promosi budaya lewat dunia bisnis, banyaknya suku dan daerah di Indonesia yang beraneka ragam menghasilkan banyak karya atau hasil budaya yang di lestarikan membuat kita bisa mengimporkannya ke negara-negara lain di dunia agar orang asing bisa mengenalnya dan bisa mempelajari hasil-hasil karya kita, dengan cara membuat suatu tempat yang berisikan beberapa toko ataupun tempat makan khas indonesia di setiap negara di dunia juga dengan menyuguhi berbagai macam tarian daerah setiap minggunya dan juga selalu berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia ketika banyak orang asing di sana mulai berdatangan agar bisa bermanfaat untuk tidak hanya bisa mengenal berbagai macam budaya Indonesia tetapi juga menikmati rasanya berada di Indonesia dengan tidak hanya datang ke Indonesia saja tetapi di negeri mereka sendiri juga sudah bisa merasakan berada di indonesia.

Untuk memupuk rasa cinta dari generasi muda sebagai pewaris budaya terhadap budaya Indonesia ialah lewat pendekatan sistem pendidikan, lewat pengadaan ekstrakulikuler mengenai seni budaya di tiap sekolah di Indonesia, dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pengadaan seminar-seminar kebudayaan untuk kalangan pelajar. Juga mengenalkan ragam budaya etnik tradisi pada generasi muda lewat akulturasi, yakni pengkombinasian seni budaya tradisi ke modern tanpa mengurangi nilai seni budaya tradisi itu sendiri, satu contoh dengan memasukkan unsur batik pada produk-produk yang digunakan oleh para remaja. (Ly)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s