STRATEGI DUNIA UNTUK MASALAH REPRODUKSI DAN KESEHATAN SEKSUAL

Pada tahun 1994 diadakan konferensi internasional tentang kependudukan dan pembangunan (international conference on population and development) di Kairo. Sejak itulah masalah kesehatan reproduksi menjadi perhatian dunia. Dalam konferensi itu disepakati beberapa program yaitu pendidikan dan konseling, perlindungan remaja terhadap kekerasan, hubungan seksual yang nyaman, kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual termasuk hiv/aids, program preventif dan perawatan pelecehan seksual.

Kesehatan reproduksi adalah suatu kondisi sehat yang bukan saja bebas dari penyakit atau kecacatan namun lebih dari pada itu adalah sehat secara mental dan sosial yang berkaitan dengan system, fungsi serta proses reproduksi termasuk angka hubungan seks sebelum nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, angka penggunaan narkoba, angka pengidap hiv/aids serta kasus aborsi, World Health Organization (who) dan The United Nations Population Fund mengumumkan bahwa mereka pada saat ini mengkoordinasikan aksi baru untuk melawan buruknya masalah kesehatan reproduksi dan seksual di dunia.

Tiap tahunnya, komplikasi akibat Penyakit Menular Seksual (PMS) dan kesehatan reproduksi mengancam kehidupan hampir 8 juta wanita hamil. Sekitar 529.000 wanita tiap tahunnya, terutama di negara berkembang, meninggal ketika sedang mengandung atau saat melahirkan karena alasan yang sebenarnya bisa dihindari.

Data menunjukkan, bahwa tidak memadainya pelayanan terhadap masalah seksual dan kesehatan reproduksi mengakibatkan peningkatan angka kematian ibu dan jumlah pasien terinfeksi PMS di negara berkembang. Kelompok yang paling banyak terserang adalah ibu, bayi dan kaum muda.

Menurut who, tiap tahunnya ada 340 juta kasus baru infeksi bakteri lewat hubungan seksual, seperti chlamydia dan gonorrhea (penyakit kencing nanah) terutama pada kelompok umur 15–49 tahun. Infeksi Human Papilloma Virus (hpv) yang terjangkit lewat hubungan seksual berhubungan dengan kanker leher rahim, dan sudah menyerang 490.000 wanita, dengan angka kematian per tahunnya sebesar 240.000. Lebih jauh lagi, ada berjuta kasus infeksi sehubungan dengan HIV, terjadi setiap tahunnya. Lebih dari 100 juta infeksi yang dapat disembuhkan karena hubungan seksual terjadi setiap tahun, dan sebagian besar dari 4,1 juta infeksi baru HIV menyerang kaum muda  berusia 15–24 tahun. Bagi mereka yang sering melakukan hubungan seksual (usia 10–19 tahun), masalah utama pada kesehatan reproduksi adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman secara medis, PMS termasuk HIV, juga pemaksaan dan kekerasan seksual.

Data who juga menunjukkan bahwa kurang dari 111 juta infeksi menular seksual di derita oleh kelompok usia di bawah 25 tahun. Kaum muda dan remaja sangat berisiko tinggi terhadap infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS. Sebanyak 67 kasus baru hiv/aids di negara berkembang adalah di kalangan usia muda (15-24 tahun). Jumlah itu 60 % adalah perempuan. Di indonesia hingga akhir tahun 2000 terdapat 6050 kasus hiv/aids sebagian besar kelompok yang terinfeksi adalah  remaja antara 15 – 29 tahun lebih dari 56 %.

Menurut dr Nordström, direktur sementara WHO dan Thoraya Ahmed Obaid, direktur UNFPA, ada kecenderungan untuk berinvestasi dalam “kesehatan seksual dan reproduksi”, jika tujuan millenium ke 4 dan 5 tercapai: mengurangi angka kematian ibu dan anak pada tahun 2015. “pencegahan terhadap kehamilan yang tidak diinginkan dan pemenuhan kebutuhan melalui KB adalah langkah besar menuju perbaikan kesehatan ibu dan pengurangan angka kematian bayi sebelum lahir,” ujar Mrs. Obaid.

Pada negara berkembang, diperkirakan ada 200 juta wanita yang tidak memiliki akses untuk mengikuti program KB. Disamping itu, menurut survei WHO, dengan alasan budaya, tiap tahunnya ada 3 juta gadis kecil dan wanita muda yang melakukan pemotongan alat kelamin. Tindakan ini beresiko kematian dan trauma terhadap bayi baru lahir dan ibu sebelum, selama hamil dan setelah melahirkan.

WHO dan UNFPA mengidentifikasikan langkah-langkah prioritas, yaitu :

*  Pengaturan aksi untuk mengimplementasikan strategi pencegahan dan pengobatan kasus infeksi hubungan seksual.

*  Mendukung negara miskin untuk meningkatkan jumlah dukun bersalin yang berkualitas.

*  Mengkoordinasikan rencana kerja untuk memperbaiki tingkat kesehatan reproduksi ibu, bayi yang baru lahir dan kaum muda.

*  Promosi dan pertahanan termasuk didalamnya kesehatan seksual sesuai dengan perencanaan ekonomi nasional, misalnya melalui strategi pengurangan kemiskinan.

Memperjelas hubungan antara HIV dan kesehatan reproduksi melalui aksi yang terkoordinir untuk tahap penyembuhan, pengobatan dan perawatan.

Dr   Nordst röm  menekankan pentingnya, ”Memutuskan siklus kemiskinan, tingginya masalah seksual dan kesehatan reproduksi, dan juga akses untuk melakukan hal itu, terutama berhubungan dengan keluarga berencana. Hal itu memerlukan sumber yang tidak terbatas pada level nasional dan keluarga, karena itu harus ada investasi pada bidang kesehatan, gizi dan pendidikan dengan promosi sesuai  pertumbuhan ekonomi untuk hasil yang nyata.”

Selain itu juga diperlukan suatu strategi  yang cukup praktis dan mudah untuk memberikan pengetahuan pada remaja tentang kesehatan reproduksi, hiv/aids, dan Napza. Langkah ini dilakukan karena mengingat remaja adalah tunas bangsa. Kejayaan masa depan sangat tergantung dari kondisi remaja masa kini.

One thought on “STRATEGI DUNIA UNTUK MASALAH REPRODUKSI DAN KESEHATAN SEKSUAL

  1. assalamualaikum.wr.wb
    saya nurul nak fkip hukum
    ini adalah makalah/artikel yg ingin saya kirimkan di web greezma unisla
    utk bs di muat di majalah greezma edisi berikutxa utk mengisi rubrik kesehatan.
    kesehatan.

    manfaat sirsak..

    semua tanaman yang ada di sekitar kita bermanfaat untuk kesehatan kita.apakah kalian semua mengetahui manfaat sirsak? semua bagian yang terdapat dalam sirsak bermanfaat.kandungan penting yang terdapat daun,bunga,buah,kulit batang,biji , dan akar…

    1. daun sirsak : di dalam daun sirsak terdapat beberapa zat yang bisa di gunakan untuk mencegah n mengobati beberapa penyakit seperti abses,arthritis,asma,asthenia,hipertensi,tumor,rheumatik,jantung,infeksi,gangguan pencernaan,gangguan hati,gangguan empedu.

    2. bunga sirsak di manfaatkan sebagai obat bronkitis dan batuk.

    3. buah sirsak berkhasiat mencegah dan mengobati diare,maag,disentri,demam,flu,menjaga stamina,pelancar asi.juga tak kalah penting buah sirsak kaya akan anti oksidan dan dapat memperlambat penuaan ( obat awet muda).

    4. biji sirsak bisa di gunakan untuk mencegah dan mengobati astrigent ,karminatif,penyebab muntah,mengobati kepala berkutu,dan parasit kulit,obat cacing.

    5. kulit batang sirsak berkhasiat untuk pengobatan asma ,batuk, hipertensi,obat parasit,obat penenang ,dan kejang..

    6. akar sirsak bisa di gunakan untuk obat diabetes,kejang, dan obat penenang.

    demikianlah sedikit uraian dari manfaat sirsak.semoga bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s